5 Bahan Bakar Alternatif Pengganti BBM

Mencari sumber energi baru terbarukan menjadi satu-satunya jalan untuk menyelesaikan polemik BBM dalam jangka panjang.
Kisruh
masalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang beberapa hari lalu
ditetapkan oleh pemerintahan baru menjadi buah bibir di tengah
masyarakat. Kenaikan BBM dinilai baik oleh sebagian pihak, namun di sisi
lain ada banyak orang yang menentang sebab diprediksi akan menambah
jumlah orang miskin di Indonesia.
Bahan
bakar minyak sejak lama telah menjadi pembahasan serius. selain
mempunyai keterbatasan sumber daya, harga yang semakin melangit, besaran
subsidi BBM yang bombastis, dan isu kerusakan lingkungan akibat gas
buang yang dihasilkan membuat permasalahan BBM harus segera
diselesaikan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan
mengganti BBM dengan bahan bakar alternatif yang dapat mengganti bahan
bakar tang berasal dari fosil.
Sahabat
Beranda ingin tahu apa saja jenis bahan bakar alternatif yang tengah
dikembangkan di dunia sebagai pengganti BBM? Simak uraian berikut ini
1. Listrik
Saat
ini pengembangan mobil listrik cukup gencar. Di Indonesia pun
pengembangan mobil listrik beberapa waktu yang lalu sempat menjadi
perbincangan hangat. Listrik dapat menjadi sumber energi alternatif
untuk menggantikan BBM. Hanya saja, sebagian besar pembangkit listrik di
Indonesia masih menggunakan BBM untuk menghasilkan listrik.
Nah,
berarti pembangkit-pembangkit listrik harus segera dibenahi jika
menginginkan listrik dapat menjadi sumber energi alternatif pengganti
BBM. Listrik dapat dihasilkan menggunakan energi-energi berkelanjutan
seperti cahaya matahari, gaya potensial air, nuklir, dan lain-lain.
Permasalahan
lain yang harus dihadapi jika ingin mengganti BBM dengan listrik adalah
persebaran listrik yang belum merata di Indonesia. Sebelum berpindah ke
energi listrik, sebaiknya pemerataan listrik ke daerah-daerah terpencil
harus sudah dilakukan.
2. Etanol atau Metanol
Etanol
dan Metanol adalah bentuk dari alkohol yang dapat dihasilkan dari
sumber daya alam yang mengandung karbon. Selain itu, bahan bakar ini
juga dapat dihasilkan dari gas alam, Bahan bakar ini relatif mudah
didapatkan dan dapat diperbaharui.
Emisi
gas buang yang rendah membuat etanol dan metanol menjadi bahan bakar
yang ramah lingkungan. Sayangnya, produksi etanol dan metanol belum
dilakukan secara besar-besaran. Saat ini, produksi dua bahan bakar ini
bergantung pada pemanfaatan gas alam. Etanol dan metanol lebih familiar
dengan nama spiritus.
3. Hidrogen
Sumber
terbesar senyawa hidrogen di bumi ini adalah air. Sahabat Beranda tentu
telah mengetahui jika sumber daya air di bumi sangat melimpah.
Penelitian yang dilakukan oleh Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI) menyatakan bahwa total volume air di bumi sekitar 1.332.000.000 km3.
Terdapat
perbedaan dari para ahli tentang keberadaan air di bumi. Ada ahli yang
menyatakan bahwa persediaan air tak akan habis (statis), namun ada pula
ahli yang berpendapat jika jumlah air di bumi dapat berkurang. Adanya
proses hidrolisis yang memecahkan molekul senyawa H2O menjadi unsur H+ dan O– membuat unsur H+ akan meninggalkan bumi dan O– tetap berada dalam atmosfer. Namun volume air sebesar ini akan tetap dan tidak habis, setidaknya hingga jutaan tahun ke depan.
Selain
berasal dari air, hidrogen dapat diproduksi dengan memecah molekul
senyawa gas alam dan sumber daya alam lain. Hidrogen mempunyai potensi
besar menjadi bahan bakar utama pengganti minyak bumi. Namun, masih
banyak pengembangan yang harus dilakukan, termasuk memastikan apakah air
akan benar-benar tidak akan habis sebab pentingnya air bagi kehidupan
makhluk di bumi.
4. Biodiesel
Biodiesel
adalah sumber energi yang diproduksi dengan mengolah berbagai macam
tanaman. Rilis hasil penelitian yang dikeluarkan oleh Kementerian Ristek
dan Dikti RI menyebutkan bahwa terdapat 60 jenis tanaman pangan,
perkebunan, dan non-pangan yang berpotensi menjadi biodiesel.
Potensi
besar ini masih terus dikembangkan. Selain berasal dari sumber daya
terbarukan, aplikasi biodiesel sebagai bahan bakar juga ramah
lingkungan. Saat ini yang menjadi tantangan adalah membuat alat yang
dapat memproduksi biodiesel secara massal.
5. Gas Alam
Gas
alam pada penjelasan sebelumnya dapat diubah menjadi etanol, metanol,
hidrogen, maupun menjadi pembangkit tenaga listrik. Perlu Sahabat
Beranda ketahui jika saat ini persediaan gas alam khususnya di Indonesia
masih cukup banyak. Data dari Kementerian ESDM RI menyebutkan jika
persediaan gas alam Indonesia terbesar ke-14 di dunia mencapai 170 TSCF.
Dengan produksi 2,87 TSCF pertahun, reserve to production
(R/P) gas alam di Indonesia mencapai 59 tahun.Gas alam diperoleh dari
hasil sampingan pengeboran minyak bumi. Dengan emisi gas buang yang
rendah, tentu gas alam lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan
bakar minyak.
Selain lima bahan bakar
di atas, pengembangan sumber energi non-bahan bakar masih banyak
dilakukan oleh para peneliti. Energi angin, nuklir, surya, dan lainnya
mempunyai potensi besar untuk energi terbarukan pada masa depan. Sahabat
Beranda pasti bertanya-tanya, kontribusi apa yang dapat Sahabat berikan
saat pemerintah tengah mengatur kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan
rakyat dan para peneliti sedang berusaha mencari sumber energi baru
terbarukan? Jawabannya mudah, MARI KITA HEMAT ENERGI! (DWH)
"Butuh dana cepat pencairan 1 hari, mudah dan cepat? bergabunglah dengan BFI finance Lembaga finance resmi hanya dengan jaminan BPKB kendaraan, Jika anda berminat hubungi nomor +6289624219516 ( tersedia Whats app )
"Butuh dana cepat pencairan 1 hari, mudah dan cepat? bergabunglah dengan BFI finance Lembaga finance resmi hanya dengan jaminan BPKB kendaraan, Jika anda berminat hubungi nomor +6289624219516 ( tersedia Whats app )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar